Hukum Membaca Al-Quran untuk Arwah Orang Mati

Bagaimana hukumnya seseorang yang membaca Al-Quran untuk arwah orang mati? Jawaban: Membaca Al-Quran dengan maksud menghadiahkan pahalanya kepada seorang muslim yang telah mati merupakan masalah yang menjadi perselisihan para ulama. Tentang hal ini ada dua pendapat. ▶️ 1. Perbuatan ini tidak ada tuntunannya dalam syariat dan orang mati tidak lagi memperoleh manfaat dari bacaan Al-Quran ini. ▶️ 2. Orang yang mati memperoleh manfaat dari bacaan ini. Seseorang boleh membaca dengan niat pahalanya untuk si A atau si B yang muslim, baik ia masih kerabat atau bukan kerabat. ⬛️ Pertimbangan: Pendapat yang lebih kuat adalah pendapat kedua karena membaca Al-Quran termasuk kategori ibadah yang pahalanya boleh dipindahkan kepada orang yang telah mati.

Selengkapnya

YUK! PUASA 9, 10 MUHARRAM!

Yuk! Puasa Muharram Puasa 'Asyura (10 Muharram)Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim) Puasa Tasu'a (9 Muharram)Sebagian ulama mengatakan bahwa sebab Nabi berpuasa pada hari kesepuluh sekaligus kesembilan agar tidak tasyabbuh (menyerupai) orang Yahudi yang hanya berpuasa pada hari kesepuluh saja. Di antara ulama yang menganjurkan puasa tanggal 9 dan 10 Muharram sekaligus adalah Imam Syafi’i, Imam Ahmad, dan Ishaq. Tanggal 9-10 Muharram = 18-19 Agustus 2021

Selengkapnya

FAMI BI SYAUQIN

Fami Bi Syauqin adalah metode mengkhatamkan Al-Quran dalam waktu 7 hari. Fami Bi Syauqin adalah metode mengkhatamkan Al-Quran dalam waktu 7 hari. Banyak cara untuk menamatkan Qur’an. Yang paling populer adalah 30 hari atau 7 hari. Pembagian teks Al-Qur’an ke dalam 30 juz adalah sesuai bilangan hari dalam satu bulan. Namun, jika ingin menamatkan Qur’an dalam satu minggu, lihatlah tanda manzil yang ada, misalnya, dalam Mushaf al-Qur’an Standar Indonesia. Di kalangan para penghafal Qur’an (ḥuffāẓ), cara menamatkan bacaan Qur’an dalam tujuh hari itu sering disebut Fami bi Syauqin – arti harfiahnya, “bibirku selalu rindu (membaca Qur’an)”. Istilah tersebut terdiri atas rangkaian tujuh huruf fa’, mim, ya’, ba’, syin, wau, dan qaf yang menandai masing-masing kelompok (ḥizb atau manzil). Fa’ adalah Surah al-Fatihah sampai akhir Surah an-Nisa (ḥizb/manzil 1);Mim adalah Surah al-Ma’idah sampai akhir Surah at-Taubah...

Selengkapnya

DIALOG MANUSIA DENGAN SANG KHALIQ TENTANG MUSIBAH (COVID-19)

Manusia bertanya kepada Sang Khaliq : Ya Allah, apakah gerangan yang sedang menimpa kami saat ini ?.Al Qur'an menjawab :“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan” (QS. Al-Baqarah : 155).Mengapakah kami harus diuji dengan wabah corona seperti ini ?.Al Qur'an menjawab :“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : ”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi ?” (QS. Al-Ankabut : 2).Untuk apa sesungguhnya ujian ini, ya Allah ?.Al Qur'an menjawab :“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa (seseorang) kecuali dengan izin Allah ; barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya” (QS. At-Taghabun :11).Namun, mengapa harus terjadi pada kami ?.Al Qur'an menjawab :“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang...

Selengkapnya

12 Masalah Hidup di Jawab oleh Al-Qur’an.

12 Masalah Hidup di Jawab oleh Al-Qur'an. Keluhan hamba yang lelah dan jawaban Allah yang Maha Besar Yaa Allah, apakah gerangan yang sedang menimpa kami saat ini?“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.” (QS. Al-Baqarah : 155).Mengapakah kami harus diuji dengan wabah Corona seperti ini?“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS. Al-Ankabut : 2)Mengapa harus terjadi pada kami?“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang2 sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang2 yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang2 yang dusta.” (QS. Al-Ankabut : 3)Darimana datangnya musibah ini yaa Allah?“Dari mana datangnya ini?” Katakanlah: “Itu dari dirimu sendiri.” (QS. Ali Imran: 165).Tapi ya Allah, wabah ini sungguh...

Selengkapnya

Puasa Ayyaamul Bidh

Puasa Ayyaamul Bidh Pengertian Ayyaamul Bidh Ayyaam adalah jamak dari al-yaum yang berarti hari; sementara bidh itu artinya putih. Ayyaamul Bidh artinya adalah hari-hari putih atau cemelang atau purnama. Islam mensunnahkan hari-hari ini untuk melakukan puasa 3 hari, yakni tanggal ke-13, 14 dan 15 dari penanggalan Hijriyyah. Tidak ada keterangan apa alasannya puasa pada hari-hari tersebut, tetapi menurut sebuah penelitian; Tengah bulan qomariyah biasanya diterangi oleh sinar bulan yang bulat penuh. Puncak fenomena pasang surut air laut terjadi saat tanggal-tanggal ini, seiring pasang surutnya sisi kejiwaan manusia (Arnold Lieber, 1970-an) dan orang cenderung berbuat lebih banyak keburukan pada bulan purnama. Subhanallah …, sungguh suatu yang tidak kebetulan bahwa ajaran yang telah...

Selengkapnya

Rahasia Menakutkan ketika Harta Tanpa Sedekah

Rahasia Menakutkan ketika Harta Tanpa Sedekah Sedekah tidaklah mengurangi harta, Yakinlah Asma binti Abu Bakar. Rosululloh Saw bersabda, " Janganlah engkau menyimpan harta tanpa mensedekahkannya jika tidak maka Alloh akan menahan rizki untukmu.Dalam riwayat lain disebutkan : Infaqkanlah hartamu jangan engkau menghitung - hitungnya atau menyimpan tanpa mau mensedekahkan. Jika tidak maka Alloh akan menghilangkan barokah rizqi tersebut. Sedekah Tidaklah Mengurangi HartaYahya bin Syarf An Nawawi menafsirkan hadits ini : Harta kita akan diberkahi dan akan dihilangkan berbagai dampak bahaya padanya. Kekurangan harta tersebut akan ditutup dengan keberkahannyaWalau secara bentuk harta tersebut berkurang, namun kekurangan tadi akan ditutup dengan pahala disisi Alloh dan akan terus ditambah dengan kelipatan yang amat banyak" Alloh akan mengganti sedekah tersebut didunia dan akan memberikan...

Selengkapnya

Amalan Muslim yang Membuat Para Malaikat Menangis

Amalan Muslim yang Membuat Para Malaikat Menangis Rasulullah SAW bersabda, "Tidak akan masuk neraka, seseorang yang menangis karena takut kepada Allah." Air mata bisa mendatangkan pertolongan Allah di akhirat kelak. Dalam kitabnya Fadhail Al-‘Amal, Syekh Maulana Muhammad Zakarriya Al-Kandahlawi, menceritakan bahwa Sayyidin Ibnu Umar RA sering menangis karena takut kepada Allah SWT. "Demikian seringnya ia menangis sehingga matanya menjadi buta," katanya. Suatu ketika ada seseorang yang memperhatikannya. Ia berkata kepada orang itu. "Tampaknya engkau heran melihat aku menangis?" Ia melanjutkan, sungguh, matahari pun menangis karena takut kepada Allah SWT." Dalam riwayat lain ia berkata "Bulan pun menangis karena takut kepada Allah SWT." Ketika seorang sahabat muda sedang membaca Alquran surat Ar-Rahman ayat 37 lewatlah Baginda Nabi SAW. Ketika...

Selengkapnya

Amalan Muslim yang Membuat Para Malaikat Menangis

Amalan Muslim yang Membuat Para Malaikat Menangis Rasulullah SAW bersabda, "Tidak akan masuk neraka, seseorang yang menangis karena takut kepada Allah." Air mata bisa mendatangkan pertolongan Allah di akhirat kelak. Dalam kitabnya Fadhail Al-‘Amal, Syekh Maulana Muhammad Zakarriya Al-Kandahlawi, menceritakan bahwa Sayyidin Ibnu Umar RA sering menangis karena takut kepada Allah SWT. "Demikian seringnya ia menangis sehingga matanya menjadi buta," katanya. Suatu ketika ada seseorang yang memperhatikannya. Ia berkata kepada orang itu. "Tampaknya engkau heran melihat aku menangis?" Ia melanjutkan, sungguh, matahari pun menangis karena takut kepada Allah SWT." Dalam riwayat lain ia berkata "Bulan pun menangis karena takut kepada Allah SWT." Ketika seorang sahabat muda sedang membaca Alquran surat Ar-Rahman ayat 37 lewatlah Baginda Nabi SAW. Ketika...

Selengkapnya

Amalan Muslim yang Membuat Para Malaikat Menangis

Amalan Muslim yang Membuat Para Malaikat Menangis Rasulullah SAW bersabda, "Tidak akan masuk neraka, seseorang yang menangis karena takut kepada Allah." Air mata bisa mendatangkan pertolongan Allah di akhirat kelak. Dalam kitabnya Fadhail Al-‘Amal, Syekh Maulana Muhammad Zakarriya Al-Kandahlawi, menceritakan bahwa Sayyidin Ibnu Umar RA sering menangis karena takut kepada Allah SWT. "Demikian seringnya ia menangis sehingga matanya menjadi buta," katanya. Suatu ketika ada seseorang yang memperhatikannya. Ia berkata kepada orang itu. "Tampaknya engkau heran melihat aku menangis?" Ia melanjutkan, sungguh, matahari pun menangis karena takut kepada Allah SWT." Dalam riwayat lain ia berkata "Bulan pun menangis karena takut kepada Allah SWT." Ketika seorang sahabat muda sedang membaca Alquran surat Ar-Rahman ayat 37 lewatlah Baginda Nabi SAW. Ketika...

Selengkapnya