Artikel

Ciri Orang yang Diterima Puasa Ramadhan

Ciri Orang yang Diterima Puasa Ramadhan Ciri Orang yang Diterima Puasa Ramadhan. Puasa Ramadhan adalah momen suci bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain menahan diri dari makan dan minum, puasa Ramadhan juga merupakan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bagaimana cara mengetahui Allah menerima puasa kita? Berikut adalah beberapa ciri orang yang Allah menerima puasanya: Takwa yang Bertambah: Orang yang puasanya diterima akan semakin bertambah takwanya. Mereka tidak hanya menjalankan kewajiban puasa, tetapi juga berusaha memperbaiki diri dalam segala aspek kehidupan. Mereka menghindari dosa dan berusaha berbuat baik Perubahan Setelah Ramadhan: Tanda amalan puasa Ramadhan yang Allah menerimanya adalah menjadi lebih baik selepas Ramadhan atau minimal menjaga kebaikan yang telah ada. Contoh kebaikan yang dilakukan setelah Ramadhan adalah puasa Syawal Mencintai Ketaatan dan Membenci Kemaksiatan: Orang yang Allah menerima puasanya akan semakin mencintai perbuatan baik dan membenci perbuatan buruk. Mereka...
Selengkapnya
Artikel

Agar Tidak Bosan Baca Al-Quran

AGAR TIDAK BOSAN BACA AL-QURAN Agar tidak bosan membaca Al-Qur'an, ini tipsnya.Utsman bin al-Affan mengatakan : .لَوْ طَهُرَتْ قُلُوبُكُمْ مَا شَبِعْتُمْ مِنْ كَلَامِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ Andai hatimu benar-benar bersih niscaya engkau tidak akan pernah bosan untuk membaca firman-firman Allah. (az-Zuhd karya Imam Ahmad no 686). Mungkin kita merasa jenuh dan bosan untuk membaca atau mendengarkan al-Qur'an. Terkadang merasa lebih nikmat dan asyik mendengarkan nyanyian dan obrolan yang tidak bermanfaat.Ini semua sebabnya adalah karena kurang bersihnya hati.Hati yang benar-benar bersih sedikitpun tidak akan merasa bosan untuk membaca dan mendengarkan bacaan Al-Quran.Rasa nikmat dan asyik membaca atau mendengarkan Al-Quran itu berbanding lurus dengan kualitas kebersihan hati.Ketika hati makin bersih bacaan Al-Quran terasa makin nikmat.Sebaliknya semakin hati itu kotor bacaan Al-Quran semakin kurang menarik.Yang membuat kotornya hati itu maksiat dan sifat-sifat buruk hati semisal sombong, tamak dengan dunia dengan berbagai bentuknya.Hal yang...
Selengkapnya
Artikel

Pentingnya Belajar Tahsin Al-Quran

Tahsin Al-Quran merupakan hal yang sangat penting dalam membaca Al-Quran. Membaca dan memahami kitab suci merupakan tanggung jawab suci yang melekat pada setiap umat beragama. Bagi umat Islam, menggali makna mendalam Al-Qur'an adalah suatu kewajiban, sebuah petunjuk hidup yang memandu setiap langkah. Oleh karena itu, kegiatan tahsin dan tahfidz Al-Qur'an menjadi jembatan menuju pemahaman yang lebih mendalam dan bermakna. Namun, apa sebenarnya yang terkandung dalam istilah 'tahsin Al-Qur'an'? Tahsin bukan semata-mata belajar membaca, tapi merupakan seni mempercantik dan mengangkat kualitas bacaan. Dalam bahasa Arab, tahsin bermakna membaguskan atau membuat sesuatu lebih baik dari sebelumnya. Jadi, tahsin Al-Qur'an menjadi perjalanan belajar yang memperbaiki cara membaca Al-Qur'an dengan lebih baik, sesuai dengan aturan tajwid dan makhrojnya. Kegiatan tahsin bukan sekadar pembelajaran mekanis, melainkan merambah pada keindahan dan kedalaman setiap ayat Al-Qur'an. Dalam upaya memahami dan menyampaikan pesan Allah SWT,...
Selengkapnya
Artikel

Jangan Pernah Berhenti Membaca Al-Quran Meskipun Terbata-Bata

Jangan Pernah Berhenti Membaca Al-Quran Meskipun Terbata-Bata Jangan Pernah Berhenti Membaca Al-Quran Meskipun Terbata-Bata. Pada umumnya, seseorang dalam membaca al-Qur'an hanya terdiri dari dua bagian, sesuai dengan isyarat hadist yang diriwayatkan dari Ummul Mukminin, Sayyidah 'Aisyah Radhiyallāhu 'anha. عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الْمَاهِرُ بِالْقُرآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيْهُ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ(رواه البخاري وابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيما) Dari ‘Aisyah ra., Rasulullah saw.bersabda : ”Orang yang ahli dalam Al-Qur’an akan bersama dengan para malaikat pencatat mulia lagi benar. Dan orang yang terbata-bata membaca Al-Qur’an dan dia bersusah payah (untuk mempelajarinya), maka baginya pahala dua kali.” (HR. Bukhari) 1. Mahir dalam Al-Qur'an Yang dimaksud dengan orang-orang yang mahir (ahli dalam Al-Qur’an), yaitu yang benar-benar mengetahui tentang desas desus Al-Qur’an...
Selengkapnya
Artikel

Keberkahan Al-Qur’an

Keberkahan Al-Qur'an Keberkahan Al-Qur'an adalah anugerah yang tiada nilainya. Banyak diantara kita mencari keberkahan kesana kemari.Tahukah saudaraku bahwa keberkahan itu dekat dan tidak membutuhkan biaya besar mencarinya, ia ada pada Al Qur'an yang Allah turunkan… Allah ta'ala berfirman : (كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ) "Kitab (Al-Qur'an) yang kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka mentadaburi (menghayati) ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapatkan pelajaran". . Keberkahan Al Qur'an itu banyak dari berbagai sisi, diantaranya : Dari sisi bacaan orang yang membaca satu huruf darinya ia akan mendapatkan sepuluh kebaikan atau pahala… Dari sisi atsar (pengaruh) dari tilawahnya, baik secara umum ataupun khusus. Secara khusus orang yang membacanya akan mendapatkan kelapangan dada, cahaya hati dan ketenangan adapun, Secara umum adalah Allah bukakan dengannya negeri-negeri timur dan barat melalui perantara kaum muslimin yang betul-betul berpegang teguh dengannya..Al Qur'an bisa menyatukan kalimat,...
Selengkapnya
Artikel

WAQAF IBTIDA

Pengertian Waqaf Ibtida Waqaf Ibtdai, Pembacaan waqaf (berhenti) dan ibtida’ (memulai kembali) dalam membaca Al-Qur’an memang tidak asing lagi. Dalam Al-Qur’an pun sudah ditentukan simbol-simbol khusus agar memudahkan, seperti simbol huruf ج (baca: jaiz, menandakan boleh berhenti), قلى (baca: al-waqfu aula, menandakan waqaf lebih utama), صلى (baca: al-washlu aula, menandakan washal lebih utama), م (baca: lazim, menandakan wajib berhenti), dan sebagainya. Namun pada prakteknya, pemahaman waqaf dan ibtida’ tidak semudah yang telah dipelajari hanya bersandar pada simbol-simbol di atas. Di samping pembelajaran Al-Qur’an harus ada bimbingan dari seorang guru, pembaca Al-Qur’an perlu memperhatikan tanda baca (kapan berhenti dan memulai) dari ayat yang dibaca, agar tidak keliru dalam memahami maksud yang disampaikan Al-Qur’an. Urgensi Memahami Waqaf dan Ibtida' dalam Al-Quran Kenapa tanda baca itu penting? Sederhananya dalam tata bahasa Indonesia, orang bila membaca atau berbicara tanpa tanda...
Selengkapnya